Para pekerja remote atau mereka yang melakukan pekerjaan jarak jauh, menjadi pilihan paling rasional. Pandemi covid-19, menjadi “faktor pemaksa” yang tidak bisa dihindari bagi para pekerja untuk melakukan physical distancing. Persentuhan langsung secara fisik menjadi persoalan. Beberapa ahli dan tokoh dunia, pernah memprediksi bahwa suatu saat dunia akan menghadapi ancaman serius. Bukan perang. Bukan pula bencana alam. Tapi, penyebaran wabah yang mengancam siklus kehidupan manusia. Covid-19 menjadi wabah yang mengubah dunia. Aktivitas kehidupan terhenti. Perekonomian anjlok. Kemiskinan, kelaparan, dan bahkan kematian manusia melonjak. Beberapa teori klasik tentang perubahan peradaban manusia sudah memprediksikan, meskipun tidak secara spesifik menyebutkan bahwa manusia di bumi akan mengalami perubahan perdaban. Prosesnya bisa evolusioner, atau revolusioner. Pandemi Covid-19 yang menyebar secara cepat dan melintasi batas negara, telah menjadi faktor penting bahwa perubahan perdaban manusia mulai terjadi. Dalam skala global, efeknya telah membuat siklus kehidupan manusia berubah. Meski belum ditemukan prediksi yang tepat tentang perubahan apa yang terjadi setelah ini, namun insting dasar manusia untuk berjuang dalam mempertahankan kehidupan, telah menunjukkan munculnya perdaban baru. Yang paling terlihat adalah aktifitas manusia dalam bekerja. Pilihan untuk melakukan physical distancing, menjaga jatak, di rumah saja, telah memunculkan tren baru: Work From Home. Melakukan aktivitas pekerjaan dari rumah, dalam waktu hanya beberapa bulan telah menjadi perdaban baru masyarakat dunia. Secara sosiologis, saat ini terlihat telah muncul kelas baru dalam struktur sosial masyarakat pekerja. Mereka adalah pekerja remote. Secara sederhana, pekerja remote bisa dipahami sebagai bentuk kreativitas masyarakat pekerja untuk mensiasati keberlangsungan kehidupan mereka dalam bekerja. Bentuknya, mulai dari diskusi atau mendistribusikan pekerjaan melalui grup-grup di aplikasi sosial media, sampai mengubah jenis dan proses pekerjaan mereka ke dalam ruang digital. Teknologi informasi telah menjadi pilar utama dalam perubahan masyarakat pekerja saat ini. Ancaman pandemi, telah menjadi pekerja remote menjadi pilihan paling rasional dan kreatif bagi masayarakat pekerja untuk bertahan hidup. Persoalan mendasarnya, sudah seberapa siap masyarakat Indonesia mengubah kultur budaya kerja fisik mereka, menjadi kultur budaya remote? Inilah perdaban baru yang sulit dihindari jika wabah pandemi ini berlangsung dalam waktu yang tidak bisa diprediksi kapan berhentinya. Pekerja remote, menjadi pilihan yang paling rasional di tengah ancaman risiko kesehatan dan anjloknya perekonomian dunia.(*)
Share:

Leave a Comment

X
×